Senin, 04 Mei 2009

Anggota DPRD Jabar 2009-2014

Pikiran Rakyat, Sabtu 2 Mei 2009, melansir hasil Pleno Rekapitulasi KPU Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan pada tanggal 1 Mei 2009 tentang Perkiraan Susunan Anggota DPRD Jabar 2009-2014 Berdasarkan Pleno Rekapitulasi KPU Jawa Barat.

Berikut adalah perkiraan susunan Anggota DPRD Jabar 2009-2014 sebagaimana dilansir Pikiran Rakyat pada halaman 2, yaitu:

1. Partai Demokrat (PD) = 28 Kursi

  • Dapil I = 3 kursi (Sugianto Nangolah, Suhartini Syahlan, Muhammad Nasor)
  • Dapil II = 3 kursi (Tri Hastin Atasasih, Arsjad Adriansjah, Syafarudin Mahaputra)
  • Dapil III = 3 kursi (Hadidjah Warno, Lili Zuraida, Wawan Setiawan)
  • Dapil IV = 4 kursi (Aqila M. Hoesein, Sri Umiyati, Syafarudin N. Sa'amin, Momon Poernomo)
  • Dapil V = 1 kursi (Irfan Suryanegara)
  • Dapil VI = 3 kursi (Achdar Sudrajat, Awing Asmawi, Dewi S. Sukmaningsih)
  • Dapil VII = 2 kursi (Celica Nurrachadiana, Koko Abdulkadir)
  • Dapil VIII = 2 kursi (Helmi Attamimi, Syarifah Lovita)
  • Dapil IX = 2 kursi (Adi Gunawan, Zulkifli Chaniago)
  • Dapil X = 2 kursi (Manaf R. Suganda, Irwan Kusnandiantoro)
  • Dapil XI = 3 kursi (Didin Supriadin, Rina Marliana, Aceng Roni Sya'bana)

2. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) = 16 kursi

  • Dapil I = 1 kursi (Herry Mei Oloan)
  • Dapil II = 2 kursi (Purna Kania, Meilina Kartika Kadir)
  • Dapil III = 1 kursi (Syarif Bastaman)
  • Dapil IV = 2 kursi (Rudy Harsa Tanaya, Asyanti Rozana Thalib)
  • Dapil V = 1 kursi (Achmad R. Al-Habsyi)
  • Dapil VI = 1 kursi (Rista Dewi)
  • Dapil VII = 1 kursi (Deden Darmansyah)
  • Dapil VIII = 2 kursi (Agus. W. Santoso, Selly A. Gantina)
  • Dapil IX = 2 kursi (Ine Purwadewi Sundari, Maman Yudia)
  • Dapil X = 2 kursi (Ijah Hartini, E. A. Darojat)
  • Dapil XI = 1 kursi (Memo Hermawan)

3. Partai Golongan Karya (PG) = 16 Kursi

  • Dapil I = 1 kursi (Ali Hasan)
  • Dapil II = 2 kursi (Dadang Moh. Nasser, Uu Rukmana)
  • Dapil III = 2 kursi (Rusna Kosasih, Dedi Ismail)
  • Dapil IV = 2 kursi (Nawafie Saleh, Yoga Santosa)
  • Dapil V = 1 kursi (M. Qudrat Iswara)
  • Dapil VI = 1 kursi (Neneng Hasanah Yasin)
  • Dapil VII = 1 kursi (Endi Warhendi)
  • Dapil VIII = 2 kursi (Daniel Muttaqien, Syafiuddin Ganiwati)
  • Dapil IX = 1 kursi (Itje Siti Dewi Kuraesin)
  • Dapil X = 1 kursi (Engkus Kusnadi)
  • Dapil XI = 2 kursi (Yod Mintaraga, Bubun Bunsyamin)

4. Partai Keadilan sejahtera (PKS) = 13 kursi

  • Dapil I = 1 kursi (Tate Komarudin)
  • Dapil II = 1 kursi (Diah Nurwitasari)
  • Dapil III = 1 kursi (Gaos Wahyudin)
  • Dapil IV = 2 kursi (Isbudi Widuri, Lalu Suryade)
  • Dapil V = 1 kursi (Imam Budi Hartono)
  • Dapil VI = 2 kursi (Akhmad Syaikhu, Nur Supriyanto)
  • Dapil VII = 1 kursi (Eka Herdiana)
  • Dapil VIII = 1 kursi (Anwar Yasin)
  • Dapil IX = 1 kursi (Ridho Budiman)
  • Dapil X = 1 kursi (Tajudin Noor)
  • Dapil XI = 1 kursi (Tetep Abdullatip)

5. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) = 8 kursi

  • Dapil II = 1 kursi (Komarudin Taher)
  • Dapil III = 1 kursi (Yusuf Puadz)
  • Dapil IV = 1 kursi (Hasan Zainal Abidin)
  • Dapil VI = 1 kursi (Amin Basuni)
  • Dapil IX = 1 kursi (Dony Ahmad Munir)
  • Dapil X = 1 kursi (Muhammad Taofik)
  • Dapil XI = 2 kursi (Neng Madinah Ruhiyat, Mien Aminah)

6. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) = 8 kursi

  • Dapil I = 1 kursi (Gantina Kusuma)
  • Dapil II= 1 kursi (Humar Dani)
  • Dapil III = 1 kursi (Lina Ruslinawati)
  • Dapil IV = 1 kursi (Ricky Kurniawan)
  • Dapil V = 1 kursi (Syahrir)
  • Dapil VII = 1 kursi (Sihabudin)
  • Dapil VIII = 1 kursi (Dadi Rochanady)
  • Dapil XI = 1 kursi (Ade Gozali)

7. Partai Amanat Nasional (PAN) = 5 kursi

  • Dapil II = 1 kursi (Maman Abdurrahman)
  • Dapil III = 1 kursi (Sukmana)
  • Dapil VI = 1 kursi (Buyung Iksal)
  • Dapil IX = 1 kursi (Aep Sulaeman)
  • Dapil XI = 1 kursi (Uum syarief Usman)

8. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) = 3 kursi

  • Dapil III= 1 kursi (Ujang Fahpul Waton)
  • Dapil VII = 1 kursi (Azhar)
  • Dapil VIII = 1 kursi (Ade Gozali)


9. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) = 2 kursi

  • Dapil VIII= 1 kursi (Imas Masithoh)
  • Dapil XI = 1 kursi (Acep Adang Ruhiat)


10. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) = 1 kursi

  • Dapil III= 1 kursi (M. Kusoy)

Selasa, 28 April 2009

Dapil VI, PKS dan Demokrat Dapat Kursi

HAURGEULIS – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat diprediksi memperoleh masing-masing 1 kursi legislatif DPRD Kabupaten Indramayu dari Daerah Pemilihan (Dapil) 6 Eks-Kawedanaan Haurgeulis. Kedua partai tersebut, mampu meraih lebih dari 8.000 suara. Kendati tidak memenuhi BPP, perolehannya melebihi hasil sementara suara partai lain, kecuali Partai Golkar dan PDI Perjuangan.
Ketua PAC PKS Anjatan Agus Makrus menegaskan, meskipun rekapitulasi penghitungan suara di 5 PPK di wilayah Dapil 6 masih belum ditetapkan, pihaknya optimis suara PKS mencapai lebih dari 11 ribu suara. Hal itu diketahui dari laporan Tim Sukses PKS di masing-masing kecamatan.
Rinciannya, di Kecamatan Anjatan dan Sukra meraih sekitar 3.000 suara, Patrol 2.000 suara, Haurgeulis 2.800 suara dan Gantar 900 suara. Caleg DPRD Kabupaten Indramayu yang mendapatkan suara terbanyak adalah nomor urut 1, yakni Hadi Hartono SE.
Menurut Agus, perolehan suara siginifikan itu diperoleh salah satunya karena kuota jumlah Caleg DPRD Kabupaten Indramayu di Dapil 6 terpenuhi, terisi dengan 11 orang caleg. “Hampir semua caleg mampu mendulang suara konstituen di wilayahnya masing-masing,” ujar Agus yang juga caleg nomor urut 2 PKS ini.
Satu kursi lainnya dari 10 kursi yang tersedia di Dapil 6, sepertinya akan menjadi milik Partai Demokrat. Data yang dihimpun Radar, perolehan sementara hasil suara yang didapat partai pimpinan Hadi Utomo itu sekitar 8.654 suara.
Sumbangan terbesar suara Partai Demokrat berasal dari Kecamatan Haurgeulis. Dimana caleg nomor 1 Raden Rio Resmana berhasil mendulang sekitar 4.000 suara. Setelah diambil setengah oleh Partai Golkar, sisa kursi lainnya diperkirakan direbut PDIP, PPP, PKB dan Gerindra. (kho)

Sumber: Indramayu Post

Sabtu, 11 April 2009

Hasil Pemilu Legislatif 2009 Versi PKS dan KPU

Ikhwan dan Akhwat, yang pengen segera mengetahui hasil pemilu 9 April 2009 versi PKS and KPU silahkan klik link berikut :



Rabu, 11 Februari 2009

Peruntungan PKS Pada Pemilu 2009

Sejak Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan 34 parpol yang lolos seleksi faktual dan berhak mengikuti Pemilu 2009, wajah perpolitikan nasional kembali bersemangat.

Ada semangat demokrasi yang terpancar, ada cita-cita besar yang ingin diraih masing-masing parpol, tapi dibalik itu semua, juga ada pesimisme yang tercermin dari jumlah golput yang berdasarkan hasil-hasil survai lumayan besar, yakni mencapai 40%. Mereka yang memilih golput motivasinya pun bervariasi, dari yang masa bodoh, kecewa, sampai yang sadar dan faham benar bahwa harus bersikap golput.

Ke-34 parpol kontestan Pemilu 2009 tentu akan menjual kecap guna mendulang suara pemilih, ada yang jualannya mirip, tapi tak jarang ada yang kontradiktif. Sudah bisa diduga, ke-34 parpol nanti ada yang menjual isu nasionalisme, pluralisme, agama, krisis ekonomi, penyelamatan bangsa, penanggulangan krisis BBM dan mafia perminyakan, solusi utang dalam dan luar negeri, hingga isu-isu rasial. Yang jelas, mereka akan memberi cap jualannya sebagai 'kecap nomor satu'.

Disisi lain, publik peserta Pemilu 2009 pun memiliki persepsi tersendiri terhadap parpol-parpol yang mirip permen nano-nano. Diantara mereka tentu ada yang firm dan sudah tahu harus memilih yang mana, tapi lebih banyak lagi publik yang bingung karena dari banyaknya parpol ternyata tokohnya yang itu-itu juga. Ada yang 'berganti baju', ada yang pindah parpol, dan ada pula yang asyik ma'syuk tampil flamboyan sebagai calon independen

Lima besar
Di tengah ingar-bingar dan euforia 34 parpol peserta pemilu, awal Juli lalu lembaga survai Indo Barometer pimpinan M. Qodari merilis data yang mengejutkan. Dibandingkan Pemilu 2004, Pemilu 2009 ada banyak perubahan.

Reputasi Partai Golkar yang menduduki peringkat pertama di Pemilu 2004 diambil alih oleh PDIP, lalu disusul Golkar, Partai Demokrat, PKS, PKB. Sementara PPP, PAN, PDS, PBR dan PBB, terpental di lapisan lima besar kedua.

Bandingkan dengan survai yang dilakukan Center for Strategic and International Studies (CSIS). Jika pemilihan umum digelar pada 2008 ini, dalam survei CSIS terekam para pemilih akan menjatuhkan pilihan pada PDI-P (20,3%), lalu Golkar (18,1%), PKS (11,8%), PKB (6,8%), Partai Demokrat (5,2%), Partai Persatuan Pembangunan (2,7%), PAN (1,7%).

Akhir tahun lalu Lembaga Survai Indonesia (LSI) bertajuk Pandangan Kinerja Parpol menunjukkan, PKS menduduki ranking kedua teratas (15,3%) dalam kesungguhan memberantas korupsi, setelah PD (31%), kemudian diikuti oleh Golkar (12,2%), PDIP (9,2%) dan PKB (8,3%).

Tapi PKS justru masuk ranking teratas (21,2%) dalam survei paling sedikit orang-orangnya terlibat dalam korupsi, kemudian diikuti PD (17,8%), Golkar (11,8%), PDIP (10,8%), dan PKB (8,2%).

Sedangkan dalam survei paling surngguh-sungguh memperjuangkan keinginan rakyat PKS hanya menduduki ranking keempat (13,5%), setelah PD (20,9%), PDIP (19,8%), Golkar (18,6%), kemudian diikuti PKB (4,7%).

Demikian pula dalam survei paling konsisten menepati janji selama kampanye PKS hanya menduduki ranking keempat (13,1%), setelah PD (19,7%), PDIP dan Golkar (masing-masing 17,9%), dan PKB (3,9%).

Jika diperhatikan, ketiga hasil survai itu menunjukkan, pertama, posisi semua parpol menunjukkan adanya penurunan kecuali PKS. Kedua, posisi PDIP kendati ikut turun namun penurunannya tidak sesignifikan parpol lain, sehingga menduduki posisi pertama. Ketiga, pasang naik dan turun menunjukkan kinerja masing-masing parpol dihadapan rakyat.

Prospek PKS
Lain di survai lain pula di lapangan. Jika menengok perolehan suara PKS pada Pemilu 1999 yang hanya 1,4% lantas melonjak menjadi 7,3% pada Pemilu 2004, menunjukkan satu peningkatan yang signifikan baik dalam jumlah dukungan maupun perolehan kursi.

Karena itu, tidak terlalu berlebihan jika pada Pemilu 2009 PKS menargetkan perolehan suara 20%, atau hanya membutuhkan kelipatan tiga dari raihan suara 2004.

Survai internal kader-kader PKS bulan Juni justru menunjukkan perkembangan yang sama sekali berbeda dengan hasil survai Indo Barometer, CSIS maupun LSI. Survai itu menunjukkan bahwa jika Pemilu dilakukan saat ini dukungan terhadap PKS sudah mencapai 14%, atau terpaut 6% dari target. Namun karena Pemilu 2009 masih 9 bulan lagi, maka target untuk mencapai dukungan suara 20% tidaklah terlalu over-optimistik.

Karena yang nyoblos itu-itu saja, sementara partainya bertambah menjadi 34 parpol, maka tak bisa dihindari adanya predator suara. PKS dalam survai itu paling tidak akan menjadi predator bagi PPP, Golkar dan PAN. Ada 4% massa PPP yang pindah ke PKS, 2% massa PAN beralih ke PKS, dan 1% massa Golkar yang pindah ke PKS.

Tanda-tanda zaman ke arah itu terlihat jelas. Pada pilkada DKI Jakarta, satu PKS dikeroyoki 20 partai besar dan kecil, tapi PKS mampu mendulang suara 42,6%. Suatu tambahan angka yang signifikan karena pada pemilu 2004 suara PKS di Jakarta hanya 23%. Begitu juga di Banten 37% dari sebelumnya 12%. Di DPR PKS yang tadinya cuma memiliki 7 kursi, pada 2004 naik menjadi 45 kursi. Itu suatu kenaikan hampir tujuh kali lipat.

Belum lagi jika menengok kemenangan demi kemenangan pilkada di sejumlah wilayah strategis, tokoh yang didukung PKS seperti tak terbendung. Di Jawa Barat Ahmad Heriawan-Dede Yusuf, di Sumatera Utara Syamsul Arifin-Gatot Pujo Nugroho, di Maluku Utara Thaib Armain-Abdul Gani Kasuba, di Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang-Badrul Munir. Dari kemenangan demi kemenangan terlihat jelas bahwa faktor mesin PKS tak bisa dibantah sebagai penentu kemenangan, selain faktor tokoh yang dicalonkan.

Praktis, dari 150-an pilkada dan pilgub yang diikuti, PKS memenangkan pilkada dan pilgub itu sedikitnya di 90 wilayah, baik tampil sendiri maupun berkoalisi. Ini menunjukkan betapa efektifnya kerja mesin politik PKS.

Tanda-tanda zaman lainnya adalah, hingga saat ini belum ada kader-kader PKS yang terlibat skandal kriminal maupun skandal perempuan, seperti telah terjadi di parpol-parpol besar. Karena itu PKS sangat siap menjadi predator bagi parpol-parpol besar.

Saksikan skandal korupsi yang melanda kader Golkar (Hamka Yandhu, Antoni Zeidra Abidin), PPP (Al Amin Nur Nasution), Demokrat (Sarjan Taher), PKB (Yusuf Emir Faisal), PBR (Bulyan Royan) atau skandal seks Max Moein (PDIP). KPK sendiri masih mengejar kemungkinan Ali Masykur Musa (PKB), Paskah Suzetta (Golkar), MS Kaban (PBB) dan Sukowaluyo Mintoharjo (saat masih di PDIP), terlibat dalam skandal aliran dana BI ke DPR.

Praktis PKS relatif paling bersih. Mengapa dikatakan relatif? Boleh jadi dikemudian hari ada kader PKS yang memang benar-benar terlibat menerima dana suap dan harus ditangkap. Sejauh ini, dari sejumlah kader PKS di DPR mengaku menerima juga aliran 'dana panas' itu, tapi dana itu segera dikembalikan ke KPK sebagai tanda bahwa dana itu bukanlah dana yang halal untuk dinikmati.

Tapi sekadar untuk diketahui, secara nasional juga telah memecat kurang lebih 10 kadernya di DPRD yang ketahuan berusaha memeras birokrat setempat. Pemecatan itu tak ampun lagi, harus dilakukan mengingat bila dibiarkan akan menjadi kanker korupsi yang akut. Itu sebabnya pemangkasan kader busuk sejak dini akan menjaga kredibilitas PKS baik di hadapan rakyat maupun di hadapan Tuhan.

Kalau memang demikian halnya, layakkah PKS mendulang dukungan suara 20% pada Pemilu 2009? Kalau memang itu terjadi, maka PKS akan head to head dengan PDIP.

Kemanakah kecenderungan suara pemilih akan diarahkan, tentu akan berdampak pada perolehan suara masing-masing parpol.

Sumber: http://forum.detik.com

Jumat, 30 Januari 2009

Penyidikan atas Tifatul Sembiring Resmi Dihentikan

JAKARTA, SELASA — Penyidikan kasus dugaan pelanggaran kampanye oleh Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring, Ketua DPW PKS DKI Jakarta Triwicaksana, dan Ketua DPD PKS Jakarta Pusat Agus Setiawan, resmi dihentikan oleh tim penyidik Polda Metro Jaya.

"Karena tidak ada cukup bukti sebagai kampanye, maka penyidikan dihentikan. Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) telah diserahkan kepada pengacara mereka tadi pagi," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulkarnaen di Jakarta, Selasa (27/1).

Menurut dia, dari keterangan saksi, saksi ahli, dan alat bukti yang ditemukan, penyidik meyakini bahwa mereka tidak terbukti melakukan kampanye di luar jadwal sebagaimana yang dimaksud alam UU No 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Legislatif.

Ia mengatakan, sebenarnya penyidik masih memiliki waktu satu hari lagi untuk melanjutkan penyidikan, yakni hingga Rabu, 28 Januari 2008, tetapi karena alat bukti minim maka penyidikan dihentikan.

"Karena tidak ada cukup bukti, ya sudah kita keluarkan SP3 saja hari ini," ujarnya.

Polda Metro Jaya telah memanggil Tifatul, Triwicaksana, dan Agus Setiawan sebagai tersangka pada Kamis, 15 Januari 2008. Namun, penyidik hanya memeriksa Tifatul dan Agus Setiawan.

Polisi tidak dapat memeriksa Triwicaksana karena ia menjadi anggota DPRD DKI Jakarta sehingga harus mendapatkan izin dari Menteri Dalam Negeri.

Kasus ini terjadi ketika ratusan ribu massa PKS menggelar aksi keprihatinan atas serangan Israel ke Palestina di kawasan Monas, Jakarta, pada 2 Januari 2009.(Sumber:Compas.com)

Rabu, 21 Januari 2009

Hidayat NW: Obama Akan Ditagih Dunia

JAKARTA - Pidato Inaugurasi Barack Obama usai dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke-44, diharapkan tidak hanya sekadar pidato saja. Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan, dunia akan menangih apa yang dia ucapkan dalam pidatonya tersebut.

"Saya berharap pidato dia tidak hanya pidato saja, karena pidato itu diperhatikan seluruh dunia dan nantinya seluruh dunia akan menagih apa yang dia ucapkan," ujarnya saat ditemui wartawan di Gedung DPR/MPR Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2009).

Salah satu topik pidato yang akan ditagih adalah keseriusan Obama dengan rencana membangun hubungan yang saling menguntungkan dan saling menghormati, khususnya kepada negara-negara berpenduduk mayoritas muslim. Hidayat mengatakan, seluruh dunia memberikan apresiasi ketika Obama berbicara dalam konteks membangun hubungan dengan negara-negara Muslim.

"Kalau dia tidak melakukan itu, berarti tidak ada yang baru. Dan dia akan kesulitan melakukan pendekatan dengan negara-negara Muslim," tuturnya.

Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan, kalau Obama membanding-bandingkan di tengah-tengah keadaan Amerika Serikat menghadapi krisis keuangan atau krisis ekonomi yang lebih berat, tentu secara Obyektif presiden AS ke-44 ini akan dapat memnbandingkan mana yang lebih menguntungkan.

"Tentu dia bisa membandingkan secara objektif mana yang lebih menguntungkan, antara memanjakan Israel dan menyusahkan negara-negara Arab yang negaranya kaya, atau menghormati negara-negara Arab yang merupakan sahabat Palestina," kata Hidayat.
(nov)


Sumber: Okezone.com

Sabtu, 13 Desember 2008

Fatwa tentang Larangan Golput di Pemilu 2009


Fatwa organisasi-organisasi kegamaan terkait dengan pelarangan golput (golongan putih) dinilai akan efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada pemilu 2009 mendatang. Langkah itu diharapkan bisa mendudukkan umat pada persoalan yang sesungguhnya dalam politik.

Demikian ditegaskan Ketua MPR RI yang juga mantan Presiden PK Sejahtera, Hidayat Nur Wahid, kepada wartawan seusai shalat Jumat, di Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Jumat (11/12/08).

Menurut Beliau, kalau partisipasi masyarakat dalam pemilu tinggi, hal itu menjadi indikator kedewasaan berdemokrasi yang semakin meningkat. Oleh sebab itu, fatwa yang menganjurkan agar masyarakat memberikan suaranya di pemilu, bagus bagi proses demokrasi itu sendiri. "Saya optomis bahwa fatwa demikian mampu menandingi seuan golput," kata Hidayat.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU K.H. Hasyim Muzadi juga meminta warga NU tidak golput. "Pemilu adalah satu proses menegakkan kekuasaan negara. Dalam konteks ini, menjadi wajib hukumnya bagi warga negara terlibat di dalamnya," katanya.

Sumber : Pikiran Rakyat: Kamis, 13 Desember 2008

Hasil Survei IRDI tentang Pemimpin Muda

IRDI (Indonesian Reasearch and Development Institute) sejak tanggal 6 - 13 Oktober 2008 mengadakan survei Politik Nasional III IRDI tentang pemimpin muda. Jumlah responden sebanyak 2.000 orang yang tersebar secara proporsional di 33 propinsi dan di 200 desa/kelurahan. Proporsi pedesaan dibandingkan dengan perkotaan adalah 57,3% : 42,7% dengan tingkat keyakinan 95% dan sampling error sekitar 2,19%.

Direktur IRDI, Notrida Mandica Nur, mengemukakan bahwa hasil survei tersebut menunjukkan bahwa mayoritas pemilih di Indonesia menghendaki tampilnya pemimpin muda pada pemilu 2009 nanti. Hal tersebut diungkapkan Direktur IRDI tersebut di Hotel Nikko, Jakarta (11-12-2008).

Hasil Survei IRDI tentang pemimpin muda adalah sebagai berikut :

a. 54,89% responden menjawab iya dan menginginkan tokoh muda maju dalam pemilu 2009
b. 20,05% responden menjawab tidak, dan
c. 25,15% responden menjawab tidak tahu/tidak menjawab

Adapun tokoh muda yang dianggap pantas maju sebagai calon pemimpin (presiden) pada pemilu 2009, berdasarkan hasil survei tersebut adalah sebagai berikut :

1. Hidayat Nur Wahid (Ketua MPR) = 33,05%
2. Andi Mallarangeng = 24,05%
3. Sutrisno Bachir = 11,51%
4. Adhyaksa Dault = 8,45%
5. Anas Urbaningrum = 8,17%
6. Rizal Mallarangeng = 5,48%
7. Hatta Radjasa = 3,16%
8. Tiffatul Sembiring (Presiden PK Sejahtera) = 1,95%
9. Lainnya = 4,18%

Sumber : Pikiran Rakyat, Kamis, 13 Desember 2008


Jumat, 28 November 2008

BAYAN UNTUK FITNAH 2008 TERHADAP PKS

PKS akhirnya mengambil sikap setelah menghadapi berbagai fitnah dan tuduhan yang kerap diarahkan kepada partai dakwah itu. Dalam bayan (keterangan) yang berjudul “Risalah untuk mengokohkan ukhuwwah dan Ishlah”, PKS menyatakan prihatin terhadap fitnah yang belakangan gencar dilakukan oleh oknum tertentu terhadap para kader dan PKS sebagai organisasi politik sekaligus dakwah.

“DPP PKS prihatin dengan masih terus disebarkannya beragam informasi yang tidak bertanggung jawab seperti pengedaran selebaran/fotokopian yang mengatasnamakan DPD/DPP PKS, juga melalui ceramah/pengajian yang bisa menjadi fitnah terhadap PKS, dan dapat mengganggu iklim ukhuwah yang sedang dijalin serta ikhawatirkan dapat mengurangi kekhusuan beribadah puasa, ” demikian bunyi salah satu kalimat dalam bayan tersebut.

Dalam hal ini, DPP PKS menyampaikan klarifikasi bahwa pihaknya tidak sama dengan apa yang dilakukan kelompok yang disebut sebagai Wahabi. Disebutkan, PKS sangat menghormati perbedaan furuiyah dan mengedepankan ukhuwwah dan memahami bahwa ikhtilaf ijtihad bisa menjadi rahmat.

Dengan tinta tebal, bayan tersebut menuliskan “Karenanya melakukan tabdi' (membid'ahkan) dan takfir (mengkafirkan) para ulama apalagi para Wali songo yang sangat berjasa itu bukanlah Manhaj PKS yang menganut Ahlus Sunnah WaI Jama'ah.

Karenanya PKS tidak pernah mengeluarkan surat edaran yang berisi hujatan maupun pengharaman terhadap peringatan Maulid, Tahlilan, Barzanji yang dilakukan oleh ummat Islam di Indonesia penganut Ahlul Sunnah Wal jamaah. ”

Pernyataan ini, menurut PKS dilatarbelakangi karena ada sejumlah fotokopi surat edaran yang mengatas namakan DPP atau DPD tanpa ada yang menandatanganinya dan menggunakan kop yang berbeda itu adalah palsu dan merupakan fitnah terhadap PKS.

Sebagai jawabannya, disebutkan pula bahwa kader PKS seperti Nur Mahmudi Ismail yang juga adalah Walikota Depok, menyelenggarakan peringatan Maulid dengan penceramah K. H Zainuddin MZ dan Habieb Rizieq Shihab.

Poin kedua, dijelaskan bahwa PKS dalam melakukan aktifitasnya selalu mementingkan pengamalan prinsip tasamuh dan ta'awun dan berorientasi kepada khidmatul ummah dengan tetap menghormati kekhasan dari masing-masing organisasi maupun pilihan hasil ijtihadnya, selama ia memang mempunyai rujukan di dalam AI-Quran, Assunnah maupun mazhab ahlu sunnah wal jamaah.

Terlebih disadari pula bahwa banyak kader dan simpatisan PKS berasal dari berbagai macam latar belakang ormas keagamaan, seperti dari NU, Muhammadiyah. DDII, Persis, PUI, Hidayatullah dan lain-lain.

Karena itu ditegaskan dalam bayan tersebut, PKS tidak akan pernah mengeluarkan doktrin untuk mengambil alih apalagi menguasai asjid, jadwal Khotib, Rumah Sakit, Sekolah atau amal usaha milik organisasi lain. PKS bahkan menginstruksikan kepada seluruh kademya untuk membantu ummat yang menjadi korban gempa di Yogjakarta dan lain-lain dengan berkomunikasi dengan para donatur untuk membangunkan/membangun kembali Masjid-masjid yang diwakafkan misalnya kepada Muhammadiyah di Prambanan.

Bayan ini juga membantah adanya sekolah maupun radio partai yang menyampaikan takfir (mengkafirkan) dan membid’ahkan Wali Songo, terlebih Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani.

Pada poin terakhir, keterangan yang ditandanani oleh H. Tifatul Sembiring selaku Presiden Partai dan DR. Surahman Hidayat selaku Ketua Dewan Syariah Pusat PKS, menyebutkan pihaknya seperti juga organisasi yang lain, bukanlah kelompok yang ma'shum. Tapi hanyalah sekumpulan manusia yang bisa melakukan kesalahan. Karena itu, bila ternyata kebijakan partal tetapi di lapangan dinilai telah menimbulkan masalah di tengah sebagian ummat, PKS menyampaikan mohon maaf lahir dan bathin.

“PKS tetap berkomitmen untuk mendengar serta menerima nasihat. Agar terjadi ishlah, agar ukhuwwah Islamiyah dapat terjaga guna menguatkan ukhuwwah wathoniyah dan ukhuwwah basyariyah, ” tulis PKS sambil mengakhiri pernyataannya dengan harapan agar NKRI yang berdaulat menjadi jaya di tengah persaingan global.

Source : http://e-weblog.blogspot.com 



Jumat, 14 November 2008

Profile PK Sejahtera

Partai Keadilan Sejahtera (disingkat PKS atau PK Sejahtera) adalah salah satu partai politik berbasis Islam di Indonesia. PKS didirikan di Jakarta pada hari Sabtu, tanggal 9 Jumadil 'Ula 1423 H bertepatan dengan 20 April 2002. PKS merupakan kelanjutan dari Partai Keadilan (PK) yang didirikan di Jakarta pada hari Senin tanggal 26 Rabi'ul Awwal 1419 H bertepatan dengan 20 Juli 1998[1].


SEJARAH PK SEJAHTERA :


* Pada 20 Juli 1998 PKS berdiri dengan nama awal Partai Keadilan (disingkat PK) [2] dalam sebuah konferensi pers di Aula Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta. Presiden (ketua) partai ini adalah Nurmahmudi Isma'il.

* Pada 30 Mei 1999 delapan partai politik berasaskan Islam (PPP, Partai Keadilan, Partai Kebangkitan Ummat, Partai Ummat Islam, PPII Masyumi, PNU, PBB, dan PSII 1905) menyepakati penggabungan sisa suara (stembus accoord) hasil Pemilu 1999.

* 20 Oktober 1999 PK menerima tawaran kursi kementerian Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) dalam kabinet pemerintahan KH Abdurrahman Wahid, dan menunjuk Nurmahmudi Isma'il (saat itu presiden partai) sebagai calon menteri. Nurmahmudi kemudian mengundurkan diri sebagai presiden partai dan digantikan oleh Hidayat Nur Wahid yang terpilih pada 21 Mei 2000.

* 3 Agustus 2000 Delapan partai Islam (PPP, PBB, PK, Masyumi, PKU, PNU, PUI, PSII 1905) menggelar acara sarasehan dan silaturahmi partai-partai Islam di Masjid Al Azhar dan meminta Piagam Jakarta masuk dalam Amandemen UUD 1945.

* 8 Juni 2002 PKS menjadi salah satu partai yang menandatangani dokumen bersama dengan 15 pimpinan parpol lainnya yang menolak UU Pemilu Nomor 3 Tahun 1999 tentang syarat berlakunya batas minimum keikut sertaan parpol pada pemilu selanjutnya (electoral threshold) dua persen di Hotel Sahid, Jakarta. Dokumen bersama ini juga menuntut agar semua parpol peserta Pemilu 1999 diikutkan lagi dalam Pemilu 2004 walaupun ada parpol yang sama sekali tidak mempunyai perolehan kursi di DPR/DPRD.

* Pada bulan Maret hingga Juni 2003 tercatat aksi-aksi PK yang mendukung aksi-aksi PKS.

* 2 Juli 2003 Partai Keadilan Sejahtera (PK Sejahtera) telah menyelesaikan seluruh proses verifikasi Departemen Kehakiman dan HAM (Depkehham) di tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (setingkat Propinsi) dan Dewan Pimpinan Daerah (setingkat Kabupaten/Kota).

* 3 Juli 2003 PK bergabung dengan PKS dan dengan penggabungan ini, seluruh hak milik PK menjadi milik PKS, termasuk anggota dewan dan para kadernya. Dengan penggabungan ini maka PK (Partai Keadilan) resmi berubah nama menjadi PKS (Partai Keadilan Sejahtera).

* Pada Pemilu 2004, PKS memperoleh suara sebanyak 7,34% (8.325.020) dari jumlah total dan mendapatkan 45 kursi di DPR dari total 550 kursi di DPR. Hidayat Nur Wahid (Presiden PKS yang sedang menjabat) kemudian terpilih sebagai ketua MPR masa bakti 2004-2009 dan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden PK Sejahtera.

* Pada Sidang Majelis Syuro I PKS pada 26 - 29 Mei 2005 di Jakarta, Tifatul Sembiring terpilih menjadi Presiden PK Sejahtera periode 2005-2010.

* Pada bencana tsunami di Aceh pada tahun 2004 bersamaan dengan sukarelawan lainnya PKS pun ikut mengirimkan banyak sukarelawan untuk membantu penanganan bencana alam dan rekonstruksi ke Aceh [3].

* 26 Maret 2007 PKS secara resmi mencalonkan Adang Daradjatun dan Dani Anwar sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta untuk pilkada 2007

* 9 Juli 2008 Melalui Pengundian Nomor Urut Partai yang diadakan secara resmi oleh KPU, alhamdulillah PKS memperoleh nomor urut 8 dalam Perjuangan PEMILU 2009
Ketua Umum : Tifatul Sembiring

Alamat : Jl. Mampang Prapatan Raya No.98 D, E, F Jakarta 12720

Email :

Telepon : 021-7995425, Fax : 021-7995433

Website : www.pk-sejahtera.org

Apa kata Tifatul tentang Iklan Kontroversial PKS ?

INILAH.COM, Jakarta - Presiden PKS Tifatul Sembiring sudah meminta iklan politik PKS yang menampilkan delapan tokoh nasional untuk dihentikan. Namun ini bukan lantaran santernya protes, melainkan karena kekeliruan penerapan konsep.


"Yang diajukan kepada DPP berbeda dengan yang di TV. Ini jadi kacau," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring kepada INILAH.COM, Rabu (12/11).


Dijelaskan olrh Tifatul, konsep iklan yang diajukan kepadanya terdiri dari sejumlah tahap. Awalnya, muncul wajah Soekarno dan Soeharto. Kemudian ada suara "Mereka sudah berbuat apa yang mereka bisa". Setelah itu muncul gambar Jendral Sudirman dan Bung Tomo.


Lalu terdengar suara "Mereka sudah berikan apa yang mereka punya". Kemudian muncul wajah KH Ahmad Dahlan dan Hasyim Asy'ari. Selanjutnya terdengar suara "Mereka adalah guru bangsa". Lalu muncul gambar Bung Hatta dan AM Natsir.


Berikutnya terdengar suara "Mereka adalah pahlawan kita". Terakhir muncul logo PKS.


"Itulah yang sebenarnya diajukan. Tapi ternyata munculnya malah jadi satu dengan suara "Mereka adalah pahlawan kita". Kacau. Iklan itu telah dihentikan sejak kemarin lalu. DPP sedang mencari letak kesalahannya, kenapa bisa terjadi hal itu," kata Tifatul.

8 Amanat PKS untuk Pemilu 2009

8 Amanat pemenangan pemilu PKS itu diluncurkan di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Jumat (8/8) yang dihadiri oleh seluruh pengurus DPP PKS. "Ada 8 amanat pemenangan pemilu," kata Ketua Tim Pemenangan Pemilu Nasional PKS Anis Matta.


1. Pemenangan Pemilu 2009 sebagai ibadah.
2. Meningkatkan soliditas sesama kader sebagai sumber kekuatan dan syarat kemenangan. 3. 3. Memekarkan struktur partai sampai ke seluruh desa.
4. Memperbanyak silaturahmi dengan seluruh tokoh tanpa membedakan SARA.
5. Menebarkan senyum, sapa, dan salam cinta kepada seluruh warga masyarakat,
kapan dan di mana pun kita menemui mereka.
6. Meningkatkan pelayanan baik secara kualitas maupun kuantitas dengan pelayanan yang
tulus dan tidak kenal lelah kepada seluruh warga masyarakat.
7. Mengunjungi seluruh rumah warga untuk mendengarkan harapan dan suara hati mereka,
yang tidak mungkin tertulis di media atau tidak tersuarakan di parlemen dengan
berpartisipasi aktif bersama PKS dalam Pemilu 2009.


"Kedelapan, meningkatkan hubungan dengan media sebagai mitra strategis dalam mengusung agenda-agenda perubahan menuju Indonesia yang lebih baik," pungkas Anis.[L3]

PKS dan Target Suara di Pemilu 2009 (20%)

Kendati Pemilihan Umum (Pemilu) baru berlangsung 2009 mendatang, namun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah mulai melakukan konsolidasi ke tingkat bawah.

Ketua Fraksi PKS DPR RI. Mahfudz Shiddiq, mengatakan melihat dari antusiasme masyarakat dan terus meningkatnya jumlah kader yang bergabung, PKS menargetkan meraih suara kemenangan dalam Pemilu 2009 hingga 20%.

"Didasari keinginan terciptanya pemerintahan yang bersih, termasuk dalam hal korupsi, Insya Allah target 20% suara bisa tercapai," ujar Mahfudz, dalam acara Workshop Launching Calon Legislatif Daerah Pemilihan (Dapil) VIII Jabar di Hotel Zamrud, Minggu (10/8).

Sementara mengenai jumlah kursi di DPRD Kota dan Kabupaten Cirebon serta Kabupaten Indramayu sebagai Dapil 8, Mahfudz menyebutkan, untuk Kota Cirebon, pihaknya menargetkan perolehan 9 kursi , Kabupaten Cirebon 16 kursi dan Kabupaten Indramayu 9 kursi.

Berdasarkan pantauan BeritaCerbon.com, dalam acara launcing calon legislatif yang dihadiri ribuan kader PKS, semua calon mulai dari tingkat kota/ kabupaten/ provinsi hingga pusat, ditampilkan kehadapan publik, yang disambut dengan gema takbir. (beritacerbon.com)

PKS dan Target Kursi DPR di Jabar

INILAH.COM, Cirebon - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menargetkan raihan 34 kursi DPRD di Daerah Pemilihan VIII Jawa Barat yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu.


Ketua Fraksi PKS DPR Pusat H Mahfudz Shiddik di Cirebon, Sabtu (9/8), mengatakan sebaran target kursi itu mencakup Kota Cirebon 9 kursi dari sebelumnya tiga kursi, Kabupaten Indramayu 9 kursi dari sebelumnya tidak mendapat kursi dan Kabupaten Cirebon 16 kursi dari sebelumnya enam kursi.


"Target tersebut cukup realistis mengingat hasil dari konsolidasi organisasi yang intensif telah terjadi peningkatan jumlah kader yang signifikan dan pembentukan jaringan sampai tingkat ranting," katanya usai menjadi pembicara pada Workshop Pemenangan Pemilu PKS di Hotel Zamrud Cirebon.


Khusus Kabupaten Indramayu terjadi lonjakan kader sampai dua kali lipat lebih dengan pembentukan cabang di semua kecamatan dan pembentukan ranting di desa yang sudah mencakup 97 persen.


"Oleh karena itu kita berani pasang target dari tidak mendapat kursi menjadi sembilan kursi," katanya.


Sementara untuk kursi DPRD Jawa Barat, Dapil VIII ini ditarget mendapatkan empat kursi.


Strategi yang akan ditekankan, menurut Mahfudz, yaitu menggarap segmen masyarakat perkotaan, kaum muda yang belum mempunyai kaitan dengan ormas yang berafiliasi pada salah satu parpol, dan pemilih yang lompat pagar.


"Berdasarkan survei, jumlah pemilih yang 'lompat pagar' ini cukup besar yaitu 30 persen sehingga harus bisa meyakinkan mereka bahka PKS merupakan pilihan tepat untuk masa depan bangsa," katanya.


Ia menegaskan PKS akan mengangkat isu-isu ekonomi, kemiskinan, dan pemberdayaan masyarakat dan tidak begitu banyak mengangkat isu-isu keagamaan.


"Harapan rakyat lebih pada perbaikan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja, kita akan perjuangkan amanat rakyat itu," katanya yang optimistis dengan nomor urut 8, PKS akan bisa meraih kemenangan sampai 20% suara pada Pemilu 2009 mendatang.


Terkait rekrutmen Caleg, ujar Mahfudz, pihaknya tidak akan terpaku pada rekam jejak administrasi calon tetapi lebih pada interaksi personal dalam jangka panjang sehingga yang menjadi caleg adalah mereka yang kenal dan dikenal baik oleh PKS.


"Format caleg PKS adalah berbasis profesionalitas sehingga sejak menjadi caleg sudah siap diproyeksikan untuk masuk komisi bidang tertentu," katanya.(inilah.com)

Kader Wanita PKS

Mengisi masa resesnya, anggota DPRD Jawa Barat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ustad Muhammad Nuh LC kembali menyempatkan diri menghadiri ceramah umum dan pemilihan calon tokoh wanita PKS Indramayu, belaum lama ini. Bertempat di Gedung PKPRI, Ust M Nuh datang bersama istrinya, Ustadah Siti Upik Ranah.

Dalam acara tersebut, Nuh memberikan banyak motivasi kepada seratusan kader wanita PKS untuk lebih berperan dalam pembangunan daerah. Pasalnya kepeloporan mereka diharapkan menjadi stimulan bagi kaum wanita untuk ikut serta membenahi Indramayu. “Peran wanita terutama menjadi motor bagi kontrol sosial dan moralitas rakyat Indramayu. Di tengah semakin rusaknya pergaulan remaja, mereka pun bisa menjadi penjaga, baik di lingkungan rumahnya maupun di tingkat para pengambil kebijakan,” papar M Nuh.

Ia menambahkan, peran kepeloporan bisa membuahkan penokohan dan kepemimpinan. Hal semacam itu sangat penting bagi partai dakwah yang ikut serta mengambil peran dalam dakwah politik. Peran kaum wanita, lanjut dia, tentunya memiliki porsi yang khas, karena dibatasi kewajibannya.

“Pada dasarnya para tokoh harus siap untuk keluar dari ruang privat atau batas kenyamanan pribadinya. Bagi tokoh wanita, tentunya harus pandai membagi waktu bagi keluarga dan masyarakat. Di sinilah pentingya suami dituntut untuk memberikan kesempatan bagi para istri,” jelas M Nuh.

Agenda lain M Nuh di Indramayu adalah memberikan pengarahan pada workshop pemenangan pemilu yang dihadiri para ketua DPC, bertempat di kantor DPD Indramayu. Dalam kesempatan itu ia menekankan pentingnya kerja keras semua struktur PKS mulai saat ini untuk pemenangan Pemilu 2009

Siti Upik Ranah menambahkan, PKS berharap anggotanya untuk siap menjadi pemimpin, selain sebagai tokoh. Dalam konteks itu, para kader wanitanya pun tidak tertutup kemungkinan untuk diajukan sebagai calon pemimpin di suatu wilayah. “Sebagaimana terjadi di Pilkada Kota Cimahi, PKS mengajukan kader wanita terbaiknya untuk menjadi calon wakil walikota, yakni Dr Diah Nurwitasari,” ungkapnya. (radarcirebon.com)

Kamis, 13 November 2008

Caleg Dapil VI DPRD Kab. Indramayu

Daerah Pemilihan VI Kab. Indramayu meliputi 5 (lima) kecamatan, yaitu : Kecamatan Gantar, Haurgeulis, Anjatan, Patrol, dan Sukra.

DPD PK Sejahtera Kab. Indramayu menetap nama-nama berikut sebagai kader-kader terbaiknya yang akan berjihad merebut kursi di Gedung DPRD Kab. Indramayu, sebagai lahan baru berdakwah di ranah Politik,........Insya Allah Ridlo -Nya beserta kita.

Mereka adalah :

1. Ir. Rusno Ombak Raharjo  (asal Kec. Sindang)

2. Agus Mahrus, A.Ma (asal kec. Anjatan)

3. Nani Suharyani, SE (asal Kec. Haurgeulis)

4. Hadi Hartono, SE (asal Kec. Sukra)

5. Ahmad Munawar, S.Ag (asal Kec. Patrol)

6. Wiwin Warnengsih, A.Md (asal kec. Anjatan)

7. Isma Swara Dewantara, S.IP (asal kec. Gantar)

8. Tahlim, A.Ma (asal Kec. Anjatan)

9. Untung Sonjaya, ST (asal Kec. Gantar)

10. Yeyen Aryeni, A.Md (asal Kec. Haurgeulis)

11. Opik Taufiqurrohman, S.Pd.I (asal Kec. Patrol)

AFWA-Mohon maaf, bila terdapat kesalahan dalam penulisan nama ataupun gelar.

Selamat berjihad.......!

ALLAH AKBAR 9X

Jumat, 07 November 2008

Ruswa Kumpulkan Caleg Dapil 1

INDRAMAYU-Dalam rangka meramaikan bulan suci Ramadan 1429 Hijriah, DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Indramayu menggelar serangkaian kegiatan buka puasa bersama. Acara tersebut sekaligus untuk sarana silaturahim caleg PKS dengan masyarakat sekitar. Menurut ketua DPD PKS Indramayu, Ruswa SAg, agenda tersebut merupakan bagian dari Ansyithoh Ramadan PKS tahun ini yang bertema “Peduli Tetangga”.

“Memuliakan tetangga merupakan bagian dari tuntunan Rasulullah, apalagi dengan berbagi rizki dengan memberikan buka bersama. Tradisi seperti ini harus dihidupkan kembali, dan diharapkan kader-kader PKS bisa menjadi salah satu pelopornya,” ujar Ruswa yang merupakan caleg nomor urut 1 di sela buka puasa bersama masyarakat di kediaman H Suwarto, di Desa Pabean Ilir, Kecamatan Pasekan.

Dalam kesempatan itu hadir sejumlah Caleg PKS Dapil 1 (meliputi Kecamatan Indramayu, Sindang, Pasekan, Balongan, Arahan, Cantigi, dan Lohbener). Diantaranya Darojat Syam SPdi, Elsa Meliani Aidad SE, Ibrohim SSos, Rasdijah SPd, dan Moh Mi’yani.

Ruswa menambahkan, beragam kegiatan dalam Ansyithoh Ramadan merupakan hajatan rutin PKS setiap tahunnya. Sehingga bukan hanya semarak menjelang momen politik seperti saat ini saja.

Namun demikian, terdapat manfaat silaturahim sehingga kader-kader PKS bisa lebih dikenal di masyarakat dengan kebaikannya. Sehingga akan memudahkan mereka ketika bersosialisasi untuk Pemilu 2009 mendatang. Yang pasti, di bulan Ramadan ini, PKS mengarahkan kadernya untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan sesuai kemampuannya semaksimal mungkin. “Termasuk diantaranya memperbanyak kontribusi bagi masyarakat sekitar. Hal ini dalam rangka mengamalkan hadis Rasulullah, khoirukum anfa’ukum linnas. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya,” imbuh Ruswa.

Semantara itu, H Suwarto merupakan salah satu caleg PKS untuk dapil I. Pengusaha muda yang sukses itu merupakan tokoh pemuda Pabean yang dikenal memiliki integritas moral yang baik dan peduli dengan masyarakat sekitarnya. Berbagai macam usaha, mulai dari pengepul ikan dan tambak bernaung di bawah perusahaannya, UD Anugrah Illahi. Sebelum bergabung dengan PKS, H Suwarto mengaku sudah mendapat banyak lamaran dari parpol lainnya. Namun tampaknya ia lebih merasa dekat dengan PKS. Kegiatan buka bersama tersebut dilakukan di semua dapil. Di dapil 1, kegiatan serupa sudah dilakukan di Terusan Sindang, tepatnya di kediaman Darojat Syam. Sedangkan di Desa Telukagung di rumah Mujtahid SSi, di Desa Arahan di rumah mantan ketua DPC Arahan, Nasirudin, serta di Desa Cantigi.

Kegiatan lain yang sudah dilakukan adalah pembagian tajil dan pentas musik jalanan di depan MGFM selama satu pekan, sejak 1 hingga 7 Ramadan lalu. Dalam sehari tak kurang 500 bungkus makanan pembuka dibagikan kepada para pengguna jalan. Menunya bervariasi, terkadang kurma, roti dari La Rottie dan puding.

Source : http://www.radarcirebon.com/index.php